Membangun Kritisasi Media: Mengidentifikasikan dan Menanggapi Berita Palsu (Hoaks)

Authors

  • Lakna Tulasun Program Studi Ilmu Komunikasi, Institut Karya Mulia Bangsa, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Najmi Rizki Khairani Program Studi Ilmu Komunikasi, Institut Karya Mulia Bangsa, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Muhamad Agung Setiawan Program Studi Ilmu Komunikasi, Institut Karya Mulia Bangsa, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

Keywords:

Kritisasi Media, Berita palsu, Hoax

Abstract

Perubahan era digital saat ini, informasi berkembang dengan sangat cepat melalui berbagai platform media sosial dan situs berita online. Hal ini memberikan tantangan besar bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam memilah informasi yang benar dan yang bersifat menyesatkan, termasuk penyebaran berita palsu (hoaks) (Riyanto & Santosa, 2021). Meningkatnya konsumsi informasi tanpa disertai keterampilan literasi media yang memadai dapat menyebabkan dampak negatif, seperti penyebaran hoaks yang meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan literasi media bagi siswa SMA, dengan fokus utama pada kemampuan mereka dalam mengidentifikasi dan menanggapi berita palsu secara kritis dan konstruktif. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi kelompok dan simulasi kasus yang mengajak siswa untuk menganalisis berbagai contoh berita palsu yang beredar di masyarakat. Selain itu, siswa juga diberi kesempatan untuk membuat konten edukatif yang mengajarkan teman-temannya cara mengenali dan menangkal hoaks. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan pemikiran kritis dalam menanggapi informasi, meningkatkan kewaspadaan terhadap berita palsu dan menjadi agen perubahan yang aktif dalam membangun literasi media di kalangan rekan-rekannya. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya terampil dalam menggunakan media digital, tetapi juga bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

 

References

Apryanto, F. (2022). Peran Generasi Muda terhadap Perkembangan Teknologi Digital di Era Sosociety 5.0. Media Husada Journal of Community Service, 2(2), 130–134.

Lestari, C. A., & Dwijayanti, R. I. (2020). Kecakapan Literasi Media di Kalangan Generasi Milenial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 48–62.

Lestari, P., & Ramadhan, F. (2021). Literasi Media dan Pendidikan Anti Hoaks di Sekolah Menengah: Perspektif Guru dan Siswa di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Komunikasi, 10(2), 92–108.

M, M., & Lubis, F. W. (2020). Analysis of Social Media Use and Hoax Phenomenon in Medan. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Comunication Study, 6(1), 11–22.

Nugroho, Y. (2019). Penyebaran Hoaks di Media Sosial: Peran Literasi Digital dalam Menghadapinya. Jurnal Komunikasi Dan Teknologi, 8(1), 45–58.

Riyanto, S., & Santosa, I. (2021). Pendidikan Literasi Media untuk Menghadapi Hoaks di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Informasi, 15(1), 58–70.

Sari, Y., & Prasetya, H. (2022). Literasi Media Digital pada Remaja, di Tengah Pesatnya Perkembangan Media Sosial. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 8(1), 12–25.

Tarigan, R. E. (2021). Sosialisasi Literasi Media Digital di Sekolah Kristen Pniel Medan Upaya Mengatasi Maraknya Hoax. Prosiding PKM-CSR, 4, 1172–1183.

Tulas‘un, L. (2025). Komunikasi Digital untuk Organisasi Siswa: Optimalisasi Media Sosial dalam Kegiatan OSIS. Jurnal Pengabdian Negeri, 2(3), 191–198.

Downloads

Published

2026-03-17

Issue

Section

Articles